Majalah Inspirasi BSI

Mengenal Sosok Syekh Ali Jaber

syekh-ali-jaber-pendakwah-dari-madinah

Syekh Ali Jaber, sapaan akrab dari Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber, beliau adalah salah seorang ulama dari kota Nabi, lahir di kota Madinah Al-Muna­warah pada tanggal 3 Shafar 1396 H, bertepatan dengan tanggal 3 Febuari 1976 M. Ia menjalani pendidikan, baik formal maupun informal, di Madinah.

Sejak usia 13 sudah diamanahkan menjadi Imam di masjid-masjid Madinah. Sejak kecil Syekh Ali Jaber telah menekuni membaca Al-Qur’an. Ayahandanyalah yang awalnya memotivasi Syekh Ali Jaber untuk belajar mendalami ilmu Al-Qur’an, karena dalam Al-Qur’an terdapat semua ilmu Allah SWT. Dalam mendidik agama, khusus­nya Al-Qur’an dan shalat, ayahnya sa­ngat keras dan tegas, bahkan tidak segan-segan me­mukul bila Ali Jaber kecil tidak men­jalankan shalat. Ini implementasi dari hadis Nabi Muhammad SAW yang membolehkan memukul anak bila di usia tujuh tahun tidak melaksanakan shalat fardhu. Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang cukup religius, keluarganya memiliki masjid besar di Madinah yang digunakan untuk syiar Islam.

Se­bagai anak pertama dari dua belas ber­saudara, Syekh Ali Jaber dituntut untuk mene­ruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam. Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai ke­butuhannya sendiri. Tidak mengheran­kan, di usianya yang masih terbilang be­lia, sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Qur’an, Sejak itu pula Syaikh Ali memulai ber­dakwah mengajarkan ayat-ayat Allah SWT di masjid tersebut, kemudian belanjut ke masjid lainnya. Selama di Madinah, ia juga aktif sebagai guru tahfizh Al-Qur’an di Masjid Nabawi dan menjadi Imam Besar shalat di salah satu masjid di kota Madinah.

Guru-guru Yang Pernah Mengajari Syekh Ali Jaber :

  • Syeikh Abdul Bari’as Subaity (Imam Masjid Nabawi, sebelumnya Imam Masjidil Haram),
  • Syeikh Khalilul Rahman (Ulama Al Qur’an di Madinah dan Ahli Qiraat),
  • Syeikh Prof. Dr. Abdul Azis Al Qari’ (Ketua Majelis Ulama Percetakan Al-Qur’an Madinah dan Imam Masjid Quba),
  • Syeikh Said Adam (Ketua Pengurus Makam Rasulullah SAW dan Pemegang Kunci makam Rasulullah SAW),
  • Syeikh Muhammad Ramadhan (Ketua Majelis Tahfidzul Qur’an di Masjid Nabawi),
  • Syeikh Muhammad Husein Al Qari’ (Ketua Ulama Qira’at di Pakistan).

Sejak pertama kedatangannya ke Indonesia tahun 2008 dakwahnya mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat, dan beliau terus giat dakwah dari perkotaan hingga ke pelosok-pelosok daerah, sehingga beliau mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2011 dianugerahi kehormatan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Sejak saat itulah beliau merasa mendapat amanah yang harus diemban untuk terus berdakwah atas nama Indonesia dan untuk Indonesia.

Misi Perdamaian Tolikara

Indonesia tentu menyimpan sejarah tentang sebuah insiden yang terjadi saat Idul Fitri tahun 2015 lalu, saat itu Syekh Ali Jaber sedang bertugas melaksanakan Shalat dan Khutbah Idul Fitri bersama rombongan Presiden RI Joko Widodo di Banda Aceh. Mendengar dan menyaksikan berita pembakaran masjid saat Shalat Idul Fitri membuat Syekh Ali Jaber berniat untuk mendatangi Tolikara guna misi Perdamaian umat beragama. Dan saat Idul Adha 2015 Syekh Ali Jaber secara khusus menjadwalkan diri untuk datang ke Tolikara bergabung bersama rombongan lembaga-lembaga dakwah. Pada Kesempatan itu Syekh Ali Jaber bertugas sebagai Imam Shalat Idul Adha, dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban. Dalam kesempatan itu Syekh Ali Jaber mendapat sambutan baik dari tokoh masyarakat lintas agama serta pemerintah setempat.

Berbanggalah dalam keberpihakan membela al-Qur’an, kelak al-Qur’an pun bangga menjadi Pembela kita di hari kiamat. Bersatu dalam membela Islam dan NKRI

 

Kalimat itulah awal mula tanda keikutsertaan Syekh Ali Jaber pada aksi 4 November 2016 lalu. Beliau merasa terpanggil bukan hanya sebagai seorang ulama, tetapi juga sebagai bagian dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sontak mata media menyorot kehadiran Syekh Ali Jaber saat itu, beliau hadir di garda terdepan bersama para ulama berbaur ditengah-tengah umat Islam yang berkumpul dalam Aksi Bela Islam 4 Nopember 2016. Beliau mengikuti kegiatan akbar tersebut mulai dari pagi hadir di Istiqlal bersama tokoh-tokoh ulama lainnya. Dalam insiden yang terjadi di penghujung Aksi Damai itu, mata media kembali menyorot pada Syekh Ali Jaber yang menjadi korban dalam kericuhan yang diprovokasi oleh pihak yang ingin mengacaukan Aksi Damai 411. Media online dan elektronik secara menjalar memberitakan kondisi umat Islam yang menjadi korban serangan gas air mata, khususnya pemberitaan ulama-ulama yang menjadi korban gas air mata yang salah satunya adalah Syekh Ali Jaber yang sempat dilarikan ke rumah sakit.

Dakwah Media
Peran media sangatlah membantu Syekh Ali Jaber dalam menyampaikan visi dan misi dakwahnya, beliau rutin mengisi acara-acara dakwah di media lokal dan nasional :

  • Damai Indonesiaku TV ONE
  • Juri Hafiz RCTI
  • Kultum Ramadhan RCTI
  • The Journey Backpacker Trans7
  • Cahaya Hati iNewsTV
  • Nasehat Harian Radio RRI

Selain itu Syekh Ali Jaber pernah mengemas dakwahnya dalam sebuah Film Layar Lebar yang berjudul SURGA MENANTI yang diperankan oleh aktor dan aktris kawakan ; Agus Koncuro, Pipik Dian Irawati, Astri Ivo, Della Puspita, Syakir Daulay, dan lainnya. Film yang tayang pada bulan Ramadhan 2016 ini didedikasikan untuk Syiar Dakwah Gerakan Nasional Wakaf Quran Braille Digital. Gerakan ini merupakan penetrasi dari Program yang diinisasi oleh beliau, yaitu program wakaf al-Qur’an Braille Digital untuk satu juta Tunanetra se Indonesia.

Kegiatan beliau tidak hanya di Indonesia, beliau pun banyak mendapatkan kesempatan dakwah di mancanegara diantaranya Hongkong, Taiwan, Singapore, Brunei, Thailand, dan Malaysia. Kesibukan beliau saat ini tidak terlepas dari berbagai kegiatan syiar dakwah al-Qur’an. selain menginisiasi dan memotori Program Quran Braille Digital tersebut beliau pun cukup fokus mengembangkan lembaga pendidikan khusus ilmu Al-Qur’an yang disebut MAHIR BIL QURAN, inilah merupakan baseboard dari misi dakwahnya di Indonesia. Beliau bercita-cita mewujudkan sebanyak-banyaknya para penghafal Qur’an yang berkualitas tidak hanya secara hafalan tapi juga bacaan (qiro’at) yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dalam markaz MAHIR BIL QUR’AN, peserta didik dikader untuk menjadi para pengajar al-Qur’an yang memiliki kualifikasi dan bersertifikasi Sanad yang bersambung silsilah keilmuannya kepada Rasulullah SAW. Kegiatan Mahir Bil Qur’an berpusat di sekretariat Yayasan Syekh Ali Jaber di bilangan Jakarta Timur.

diambil dari situs resmi alijaberindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Majalahinspirasi.net adalah hasil karya dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Inspirasi BSI. Sekaligus sebagai pusat informasi Mahasiswa BSI.

Jalan Kayu Jati V No. 2, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Call: 08121947322
Email: info@majalahinspirasi.net