Majalah Inspirasi BSI

Merubah Pandangan Aktivis Organisasi Ekstra Kampus

gema

Organisasi ekstra kampus adalah organisasi yang berada diluar birokrasi kampus. Organisasi ini biasanya berperan sebagai organisasi kader sedangkan wilayah geraknya cendrung menasional. Hal ini tentu berbeda dengan organisasi intra kampus yang dibatasi oleh kampus yang menjadi tempatnya berada. Sama seperti organisasi intern kampus semacam UKM, organisasi ekstra kampus juga mempunyai kelebihan dan kekurangannya.  Diantara sekian banyak yang menjadi kelebihanya, salah satunya adalah kekuatan jaringannya.

Wilayah cakupannya yang luas (nasional), membuat organisasi mahasiswa ekstra kampus memliki ruang yang luas pula untuk mengepakkan sayapnya dan bergerak sesuai dengan misi yang mereka impikan. Kekurangannya, organisasi ekstra kampus rentan dengan kegiatan politik praktis, menjadi rahasisa umum apabila organisasi ekstra kampus adalah kepanjangan tangan dari organisasi partai politik di Indonesia.

Misal PMII adalah sayap organisasi yang mayoritas diisi oleh NU, tidak ada pernyataan tertulis tentang organisasi ini adalah salah satu basis rekrutmen kader-kader PKB namun perlu diketahui bahwa beberapa aktivis dan ketua PMII hingga sekarang aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebut saja Ali Masykur Musa (Ketua PB PMII Periode 1991-1994)  menjadi  Ketua Fraksi PKB DPR (1999-2004), ada Muhaimin Iskandar yang sekarang juga masih menjabat sebagai ketua PKB.  Selain PMII ada Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang disebut sebagai sayap Partai Keadilan Sejahterah (PKS), atau Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) organisasi sayap PDIP selain itu ada HMI,IMM,GMKI, dan PMKRI.

Kepentingan Politik

Tidak bisa dipungkiri baik internal maupun eksternal organisasi kampus memiliki kepentingan politik karena menurut Aristoteles, manusia adalah Zoon Politicon, yaitu makhluk yang berpolitik. Praduga organisasi eksternal kampus membawa kepentingan parpol dalam lingkungan kampus juga cukup berlasan, pada prakteknya keberadaan kader-kader ekstra sering mengawal dan mengatur arah pergerakan mahasiswa intra tersebut, nampaknya tidak akan pernah mampu membuat organisasi tersebut dipandang positif. Karena memang maindset yang berkembang di kalangan mahasiswa, adalah bahwa “organisasi ekstra kampus merupakan sebuah wadah masuknya partai politik ke kampus.

Hal  lain yang ditakutkan dari adanya organisasi eksternal dalam kampus adalah mengganggu suasana kondusif di kampus. Ditakutkan  jika organisasi eksternal mahasiswa sampai masuk ke dalam wilayah kampus , akan timbul bentrok UKM dengan organisasi eksternal dan membuat hubungan yang tidak sehat di UKM akibat perbedaan orang organisasi eksternal yang ikut UKM tersebut.

Larangan Organisasi Kampus

Kebebasan beroganisasi sudah dilindungi negara dalam UUD 45 pasal 28E Ayat 3 yang berbunyi   “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”. Dengan demikian UUD 1945 secara langsung dan tegas memberikan jaminan kebebasan untuk berserikat atau berorganisasi (freedom of association), kebebasan berkumpul (freedom of assembly), dan kebebasan menyatakan pendapat (freedom of expression), tidak hanya bagi setiap warga negara Indonesia, tetapi juga bagi setiap orang yang artinya termasuk juga orang asing yang berada di Indonesia.

Namun datang SK DIRJEN DIKTI Nomor 26/DIKTI/Kep/2002 yang Melarang  segala bentuk organisasi ekstra kampus dan Partai Politik membuka Sekretariat (Perwakilan) dan atau melakukan aktivitas politik praktis di kampus. Dilain sisi negara menjamin berorganisasi disisi lain negara juga melarang organisasi kampus untuk beraktifitas di lingkungan Kampus.  Ini bukan jadi masalah apabila organisasi ekstra kampus bisa tahu batas-batasan kegiatan yang ada dalam kampus. Selain itu  pendidikan politik juga diperlukan bagi mahasiswa dan salah satunya bisa melalui organisasi ekstra kampus. Namun berbeda dilapangan dikotomi terjadi karena pandangan organisasi kampus mengarah  pada arah kepentingan partai politik, lewat pemilihan ketua BEM dan kebijakan-kebijakan lainnya. Sehingga  terjadi permusuhan antar organisasi internal kampus dan eksternal kampus.

Pandangan Mahasiswa

Sebagai seorang mahasiswa, berpikir kritis bukanlah hal yang mudah karena diperlukannya wawasan yang luas dan memiliki rasa ingin tau yang begitu kuat terhadap sesuatu masalah berdasarkan tingkat keakuratan dan kepastian data. Seperti pengertian kritis yang diungkapkan oleh Walker (2006) bahwa kritis adalah suatu proses intelektual dalam pembuatan konsep, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi berbagai informasi yang didapat dari hasil observasi, pengalaman, refleksi, dimana hasil proses ini digunakan sebagai dasar saat mengambil tindakan. Pada kenyataanya Nalar mahasiswa sekarang lebih enjoy dengan dunianya masing-masing dan tidak berminat aktif dalam organisasi. Berangkat dari tuntutan tersebut, maka sudah seharusnya gerakan mahasiswa menghindarkan diri dari jebakan dan manipulasi kepentingan elite maupun partai politik tertentu.

 

Memperbaiki pandangan negatif terhadap keduanya baik organisasi internal kampus maupun eksternal kampus. Selain itu merubah cara pendekatan dan komunikasi terhadap pihak kampus dan mahasiswa tentunya dengan harapan semakin banyak mahasiswa yang ingin beroganisasi. Lalu bagaimana dengan dikampus BSI? Yang jelas lembaga sudah melarang tegas organisasi eksternal dengan beracuan pada SK DIRJEN DIKTI Nomor 26/DIKTI/Kep/2002, namun di social media kita masih sering melihat beberapa organisasi eksternal kampus mengatasnamakan cabang BSI. Apakah ada tindak tegas dari pihak kampus? kita lihat saja nanti. Karena bukan hanya organisasi eksternal saja yang menjadi masalah bahkan kader-kader organisasi eksternal masuk dalam tubuh Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa di beberapa kampus. Sangat disayangkan apabila ada aktivis internal maupun eksternal kampus mondar-mandir dikantor wilayah partai.(Syahrul)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Majalahinspirasi.net adalah hasil karya dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Inspirasi BSI. Sekaligus sebagai pusat informasi Mahasiswa BSI.

Jalan Kayu Jati V No. 2, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Call: 08121947322
Email: info@majalahinspirasi.net